Idul Adha & Amalan Di Bulan Dzulhijjah

Assalamualaykum warahmatullah wabarakatu ikhwani wa akhwati fillah. Posting kali ini kita akan mencoba membahas mengenai Idul Adha & amalan sunnah yang biasa Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam lakukan. Ya Idul Adha jatuh bertepatan pada bulan Dzulhijjah, bulan dimana juga bertepatan dengan diadakannya rukun haji bagi yang mampu. Namun tahukah kita bahwa ternyata Bulan Dzulhijjah itu sendiri merupakan bulan yang agung, bahkan ada hari  yang secara khusus Nabi menyampaikan keutamaannya di sisi Alloh melebihi orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya lalu gugur.

 

روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”. (Disadur dari Almanhaj.or.id)

 

Selain itu juga dari Hadits Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang shahih juga menguatkan keutamaan bulan Dzulhijjah,

 

وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.

“Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.

Melihat keutamaannya bulan ini sampai-sampai Nabi Shallahu Alai Wassalam bersabda demikian, maka berikutnya adalah bagaimana kita bisa memanfaatan momentum Bulan Dzuluhijjah, dan apa saja amalan yang sesuai tuntunan sunnah yang bisa dilakukan oleh kita? Boleh dibilang beramal di bulan ini adalah amalan cerdas karena faedahnya yang begitu luar biasa.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah di 9 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Puasa merupakan salah satu amal ibadah yang langsung untuk Alloh dan Alloh langsung yang akan membalas. Dalam hadits qudsi Alloh langsung menyampaikan

الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي

“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.

Selain itu berpuasa juga bentuk amal ibadah yang dapat menjauhkan diri dari neraka.

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].

2. Puasa Arafah

Setidaknya ada 3 hadits shahih mengenai puasa Arafah. Dimana puasa arafah tersebut bila dilaksanakan sesuai tuntan dapat menghapus dosa setahun sebelum dan sesudahnya.

 

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda: “Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah Dia menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya (HR. Muslim)

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّى أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

Puasa hari Arafah, sesungguhnya aku berharap kepada Allah, Dia menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih)

Waktu pelaksanaan puasa arafah sendiri dilakukan 1 hari sebelum Hari Raya Idul Adha atau bertepatan ketika para jemaah haji wukuf di arafah. Namun bagi yang sedang melaksanakan ibadah haji dilarang melakukan puasa arafah.

Baca juga produk kami : Umroh Murah Sesuai Tuntunan Sunnah

3. Memperbanyak Takbir

Anjuran takbiran selama tanggal 1 sampai 13 Zulhijah ini berdasarkan beberapa dalil berikut,

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“…supaya mereka berzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj: 28).

Kemudian di ayat lain, Allah juga berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“….Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang…” (QS. Al-Baqarah: 203).
Keterangan:

Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini dengan mengatakan,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ

“Yang dimaksud “hari yang telah ditentukan” adalah tanggal 1 – 10 Dzulhijjah, sedangkan maksud ”beberapa hari yang berbilang” adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. (Al-Bukhari secara Mua’alaq, Bab: Keutamaan beramal di hari tasyriq).

 

Itulah selintas mengenai keutamaan bulan Dzulhijjah dan amalan yang bisa dilakukan di Bulan Dzulhijjah

Bila ada salah atau kekeliruanmohon dimaafkan dan diluruskan. Wassalamualaykum Wabarakatu

 

Sumber disadur dari :

Almanhaj.or.id dan konsultasisyariah.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *