Month: September 2017

Mencari Kawan/ Teman Dalam Tuntunan Islam

Setiap orang tentu membutuhkan seorang kawan, karena manusia tidak biasa hidup sendirian, betapa pun keadaannya. Menurut Khalifah Al-Makmun, ada tiga tingkatan kawan. Tingkatan pertama, kawan yang diumpamakan seperti makanan. Setiap orang pasti memerlukannya. Tingkatan kedua, kawan yang diumpamakan seperti obat. Orang hanya memerlukan pada waktu tertentu saja. Dan tingkatan ketiga, kawan yang dimisalkan seperti penyakit. […]

Aji Mumpung & Kisah Qarun

Dalam masyarakat Jawa sering terdengar ungkapan “aja dumeh”. Ungkapan itu menasehatkan kepada kita, agar jangan sombong. Mentang-mentang sedang banyak uang lantas royal, boros, dan pelit. Mentang-mentang sedang jadi pejabat lantas menindas rakyat. Mentang-mentang sedang berkuasa lantas bertindak sewenang-wenang. Mentang-mentang tampan atau cantik, lantas meremehkan orang lain, dan seterusnya. Di balik ungkapan aja dumeh itu, tersingkap […]

Belajar Dari Kesederhanaan Hidup Nabi SAW & Umar Bin Khatab RA

Suatu hari Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu mengunjungi rumah Rasulullah, dan mendapati beliau sedang mengurung diri di rumhnya karena menghadapi persoalan internal keluarganya. Sehingga beredar isu, beliau akan menceraikan istri-istrinya. Padahal waktu itu suhu pemerintahan sedang genting. Dua kekuatan besar, yaitu kerajaan Ghassan dan tentara Romawi, mau menyerbu Madinah. Mereka bersekongkol dengan orang-orang munafik di […]

Menjadi Dermawan Justru Makin Kaya : Kisah Thalhah bin Ubaidillah

Masih banyak lagi sahabat Nabi yang kaya-raya dan selalu menginfakkan kekayaannya itu untuk fi sabilillah, namun hidupnya justru semakin makmur. Salah satu di antaranya, Thalhah bin Ubaidillah yang mendapat gelar dari Nabi, “Thalhah yang baik hati”. Seperti Abdurrahman bin Auf, maka Thalhah yang kaya raya pun setiap selesai menyerahkan hartanya untuk keperluan perjuangan membela Islam, […]

Menjadi Dermawan Justru Makin Kaya : Kisah Abdurrahman bin Auf

abdurrahman bin auf

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat Nabi yang kaya sebelum masuk Islam. Ketika ikut hijrah ke Madinah, dia tidak membawa harta bendanya selain dari sekedar bekal di perjalanan sehingga ketika sampai di Madinah bekal itu pun habis. Namun karena dia memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dalam waktu yang relatif singkat, dia kembali […]